Rekening Bersama (Rekber) 100% aman kah?

Kaskus yang merupakan forum online terbesar di indonesia, yang juga terkenal dengan FJB (Forum Jual Beli)nya belakangan ini di hebohkan oleh kasus penipuan yang di lakukan oleh salah satu penyedia jasa rekening bersama (rekber) terpopuler di Kaskus, Blackpanda.

Menurut data yang diunggah dalam thread Kaskus, korban BlackPanda mencapai 160-an anggota, dengan total dana yang nyangkut mencapai Rp509 juta.

Rekber bagaimana mekanismenya?

di ambil dari situs https://rekberblackpanda.com/ mereka menyampaikan mekanisme dengan 7 (tujuh) langkah yaitu :

  1. Penjual dan Pembeli sepakat untuk menggunakan jasa REKBER BLACKPANDA, pastikan kedua belah pihak telah memahami aturan penggunaan jasa.
  2. Pembeli kemudian mentransfer sejumlah total harga barang + tarif REKBER BLACKPANDA ke salah satu rekening BLACKPANDA.
  3. Form transaksi baru, di isi OLEH PEMBELI setelah melakukan transfer. Setelah validasi oleh sistem, pembeli dan penjual akan mendapat informasi login melalui SMS, silahkan login untuk update data pribadi dan update status transaksi.
  4. Penjual mengirimkan barang kepada pembeli, kemudian penjual mengupdate status transaksi dan no. resi pengiriman via web.
  5. Barang tiba di tujuan, Pembeli melakukan konfirmasi via sms atau update status transaksi
  6. RekberBlackpanda meneruskan dana kepada penjual, maksimal 3×24 jam setelah pembeli mengkonfirmasi penerimaan barang
  7. Dana diterima Penjual, transaksi selesai

Jadi penyedia jasa rekber merupakan perantara atau pihak ketiga antara pembeli dan penjual, dimana seandainya penjual melakukan penipuan dan tidak mengirimkan barang kepada pembeli, maka mereka akan mentransfer kembali uang pembeli ke rekening pembeli. sangat mudah dan mengiurkan apalagi dengan biaya jasa yang sangat murah.

Harga Produk

Rp. 10.000,- s/d Rp. 5.000.000,- = Rp. 10.000,-
Rp. 5.000.001,- s/d Rp. 10.000.000,- = Rp. 20.000,-
Rp. 10.000.001,- s/d Rp. 20.000.000,- = Rp. 30.000,-
Lebih dari Rp. 20.000.000,- = Call

Namun benar kah Rekening Bersama (Rekber) 100% aman ?
Hingga saat ini ada empat rekber populer di Kaskus, yakni Piggybank, Blackpanda, Sanbank, dan Inapay. Kendati demikian seluruh rekber tidak berada di bawah naungan Kaskus dan statusnya sama seperti anggota lainnya di forum Kaskus.
Menanggapi hal tersebut, Andrew Darwis selaku Chief Community Officer (CCO) atau yang kerap disebut “Mimin” mengaku telah melakukan tindakan. Ia juga menyarankan agar para korban segera melapor ke polisi.

“Karena Kaskus bukan korban, jadi kami enggak bisa lapor ke polisi. Tapi nanti kalau sudah ada laporan polisi, kemudian polisi minta data dan lain sebagainya, baru kami kasih,” ungkap Andrew.

Satu hal lagi sesuai pengalaman sendiri, ketika melakukan transaksi menggunakan rekber, ketika saya post di threadnya rekber, disana nomor handphone saya terpajang. eh..malam harinya malah banyak banget penipu yang nelpon dengan berbagai modus.
Di Posting selanjutnya saya akan mencoba berbagi tips cara aman transaksi online.
(tdy)

Abdullah Az Zubair dengan Panggilan Ubay, Putera Pertamaku

Mungkin banyak dari rekan-rekan semua yang bertanya kenapa saya memberikan nama nya Abdullah Az Zubair, saya akan coba jelaskan melalui tulisan ini.

Nama adalah ciri atau tanda, maksudnya adalah orang yang diberi nama dapat mengenal dirinya atau dikenal oleh orang lain. Dalam Al-Qur’anul Kariim disebutkan;

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا (7) سورة مريم

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia” (QS. Maryam: 7).

Pertama, Pemilihan Nama Depan Abdullah berdasarkan hadits yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab Shahihnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ أَسمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبدُاللَّهِ وَ عَبدُ الرَّحْمَنِ

“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.”(HR. Muslim no. 2132)

Karena nama tersebut adalah nama terbaik, sampai-sampai di kalangan para sahabat terdapat sekitar 300 orang yang bernama Abdullah.

Kedua, Az Zubair di ambil dari nama sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Zubair bin Awwam bin Khuwailid radhiyallahu ‘anhu  Beliau merupakan salah seorang “mubasyirin bil-jannah” (sepuluh sahabat yang dijamin masuk syurga). Beliau merupakan salah seorang pejuang yang hebat. Bersama dengan Khalid Al Walid radhiyallahu ‘anhu ,

Berikut Kisahnya :

Continue reading “Abdullah Az Zubair dengan Panggilan Ubay, Putera Pertamaku”

yang ingin komunikasi langsung dengan saya hubungi disini

Sehubungan saya gak terlalu sering login di wordpress, rata2 hanya sekali seminggu gitu, jd bagi rekan2 yg pengen sharing masalah pengadaan ataupun open source software atau apapun. Hubungi saya via email at : teddy.yuliswar@gmail.com, klo email insyaAllah segera saya balas. Hal ini utk menanggapi seringnya saya telat balas komentar rekan2 di blog saya ini, terimakasih 🙂

Pengiriman Penawaran Kenapa Harus di hari terakhir?

Mungkin sudah bukan hal baru lagi, dan mungkin ini juga banyak di alami oleh rekan-rekan pengelola LPSE yang lain. Rata-rata Penyedia / rekanan yang akan mengikuti kegiatan pelelangan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) selalu melakukan pengiriman di hari terakhir batas akhir pengiriman penawaran, misalkan penawaran di tutup pada pukul 09.59  dan akan di buka pada pukul 10.00, maka akan banyak rekanan yang sibuk mendatangi ruang bidding LPSE mulai dari pukul 08.00 atau bahkan sudah nangkring di depan kantor LPSE sejak pukul 06.00 Pagi. Pertanyaan saya : Pengiriman Penawaran Kenapa Harus di hari terakhir?

Untitled

Padahal Di dalam proses pengiriman penawaran LKPP memperingatkan melalui Aplikasi LPSE bahwa pengiriman pada menit terakhir dapat menimbulkan kemungkinan kegagalan pengiriman.

Pola Pemikiran yang masih mengacu pada pemasukan penawaran manual melalui box masih hinggap di pikiran sebagian penyedia / rekanan, padahal LKPP menjamin kerahasiaan dari dokumen penawaran yang di kirim rekanan meskipun jauh-jauh hari sudah di kirim.

Semoga hal ini tidak terjadi lagi, karena menurut saya yang di rugikan adalah rekanan itu sendiri, ketika di akhir batas baru mengirimkan kemudian ternyata pengirimannya gagal di karenakan waktu yang sudah mepet.

Mari kita hindari sikap seperti ini. Kirimkan segera dokumen penawaran anda sebelum batas akhir.

Salam E-procurement

Perbedaan Bukti Pembelian dan Kuitansi itu apa? Klo di Pemerintah daerah Bagaimana Tanda Bukti Perjanjian s/d 50 juta (Pengadaan Barang/Jasa )

Pada Pasal 55 Perpres RI No. Nomor 70 tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden RI nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ayat (1) Tanda bukti perjanjian terdiri atas:

a. bukti pembelian;

b. kuitansi;

c. Surat Perintah Kerja (SPK); dan

d. surat perjanjian.

Pada Ayat (2) Bukti pembelian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dengan Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Dan pada Ayat (3) Kuitansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, digunakan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Perbedaan Bukti Pembelian dan Kuitansi adalah :

  1. Bukti Pembelian/Invoice/Faktur penjualan adalah dokumen yang digunakan sebagai pernyataan tagihan yang harus dibayar oleh customer. Dalam bentuk sederhana dikenal dengan nama BON. Pada transaksi yang nominalnya relatif kecil, invoice digunakan langsung sebagai dokumen tagihan sedangkan pada perusahaan yang nominal transaksinya besar, biasanya dilengkapi dengan surat tagihan atau kuitansi.
  2. Kuitansi adalah selembar surat bukti yang menyatakan bahwa telah terjadi penyerahan sejumlah uang dari yang disebut sebagai pemberi atau yang menyerahkan uang kepada yang disebut sebagai penerima dan yang harus menandatangani telah menerima penyerahan uang itu sebesar yang disebutkan dalam surat itu, lengkap dengan tanggal penyerahan,tempat serta alasan penyerahan uang itu. Untuk memperkuat tanda bukti tersebut ditempel kan meterai sebesar yang ditentukan oleh undang-undang perpajakan.

Khusus Untuk Pemerintah Daerah Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pada  Pasal 273 ayat (1) Bukti transaksi yang digunakan dalam prosedur akuntansi pengeluaran kas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272 mencakup:

a. surat perintah pencairan dana (SP2D); atau

b. nota debet bank.

(2)  Bukti transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilengkapi dengan:

a. surat penyediaan dana (SPD); 63

b. surat perintah membayar (SPM);

c. laporan pengeluaran kas dari bendahara pengeluaran; dan

d. kuitansi pembayaran dan bukti tanda terima barang/jasa.

Artinya Untuk di Pemerintah Daerah Tanda bukti perjanjian untuk Pengadaan Barang/Jasa yang nilainya sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) adalah Bukti Pembelian/Faktur di lengkapi dengan Kuitansi Pembayaran. Semoga Bisa di Pahami 🙂