Why I Left BB and move on to Android

Ini ngga ngeracun, ngga ngajak move on,

just simply cerita kenapa saya ninggalin BB.

Apakah BB ngga bagus?

Tidak, BB sangat bagus…

Apakah BB tidak keren? 

BB sangat keren, makanya semua orang mau memilikinya,

bahkan yang tidak mampu beli yg asli beli replikanya

Apakah BB tidak canggih?

BB sangat canggih, servernya hebat… berkembangnya pesat Apakah BB tidak bermanfaat?

Sangat bermanfaat, dipakai kerja sangat membantu..

Lebih dari itu BB memperkenalkan kepada masyarakat kita dunia lain, yaitu email, internet , chatting dan social networking. Better than iklan internet masuk desa.

Kalau ada penghargaan dari negara untuk orang2 yang membuat kemajuan bagi negara, saya mengusulkan BB dimasukkan di dalamnya, BB memberikan bukti nyata kepada masyarakat ada teknologi maju yang harus kita ikuti dan kuasai dan kejar.

Apakah saya a BB lover?

Yup, sebelum mata terpejam, BB adalah benda terakhir yang saya pegang,

waktu mata terbuka di pagi hari, bb benda yang saya pegang pertama kali untuk lihat ada berita atau kabar apa dari teman2.

Nah loo… so kenapa move on?

Percayakah anda pada cinta pada pandangan pertama?

Ketika pertama saya memegang Magic (android dari HTC, HTC Magic),

saya merasa ada sebuah “klik”

Masih ingat Micah Sanders? karakter di film seri Heroes yang bisa bicara dengan mesin dan komputer?

Itu yang saya inginkan ketika memegang android pertama kali, ingin berbicara dengan “mitos masa depan” ini. Masih butuh beberapa lama sampai saya bisa memiliki sebuah android dan mulai mendalaminya.

Akhirnya saya bawa 2 device, 1 BB dan 1 Android.

Akhirnya mulai, setiap malam sebelum tidur, android adalah benda terakhir yang

saya pegang dan benda pertama kali yang saya ambil ketika bangun.

Kalau dulu email teman2 dan bbm yang berlangsung hingga malam yang membuat saya masih memegang bb sampai akhir tidur, kali ini karena saya ingin berbicara dengan android , mengenal karakternya, kemampuannya.

Saya merasa BlackBerry kalau analogi kendaraan adalah sebuah mobil Kijang. Bisa mengangkut banyak anggota keluarga, the more the merrier, aa, teteh, paman, bibi, tante, oom, kakek, nenek semua bisa kita bawa dalam bbm nya.

Bisa dipakai mampir ke undangan, bisa dipakai ngantor, nganter anak sekolah, bisa dibawa liburan, bahkan ke pasar (makanya dari keluarga paling kaya yang punya bentley atau RR, sampe keluarga biasa, biasanya punya Kijang, setidaknya kata yang kaya, untuk kepasar..)

Android seperti sebuah Hummer, Humvee, kendaraan 4×4 offroad atau sebuah Land Rover.

Yang dia tidak mampu adalah membawa semua aa , teteh, paman, bibi dll tumplek blek dalam bbm

Tapi kalau anda ajak berlibur, dia bisa sampai ke ujung pantai, kalau anda bawa ke gunung , dia bisa diajak masuk ke dalamnya, kalau dia diajak ke pasar, bisa diajak ke tempat paling becek. Kalau anda ajak ngantor, dia bisa parkir di atas trotoar

walau parkiran penuh. BlackBerry sudah penuh sesak, ketika rekan2 kirim attachment gambar, tertatih tatih saya mendownload, ketika rekan memberi link url , tertatih tatih saya membuka.

Ketika ada yang harus di download, berbagai macam trik harus dikerahkan supaya bisa mengatasi hambatan batasan download. Ketika ada link youtube, saya terpaksa tutup pesannya.

BlackBerry sudah mengubah banyak kebiasaan orang, dulu saya kalau pulang kerja, buka komputer download email dan balas via outlook, setelah ada BB, outlook tidak pernah disentuh lagi. Semua saya depend di BB.

Sampai akhirnya saya mengikuti keingainan BB, limitasi.

Android tidak semudah BB, mengetik di android melatih kesabaran lebih daripada belajar mengetik di BB storm. Padahal kita sudah biasa ngetik di BB. Saya juga tau

ini jawaban ketika banyak orang bertanya, kenapa banyak pemilik android belum lama pakai sudah jual? Pertama they miss BBM, ke dua mereka ngga tahan ngetik nya

Jawaban ketiga adalah mereka belum tahu android bisa di push kemana,

macet ngantri di dalem Kijang sambil BBM dengan rekan2 dianggap lebih nyaman daripada , naik Humvee yang bisa lewatin kemacetan karena bisa dipakai naik ke trotoar , lewatin banjir dan shortcut via semak belukar.

Jadi maksud anda BBM ngga bagus? Tidak, BBM sangat bagus, termasuk salah satu arena chit chat paling hebat.

Trus Android punya yang lebih hebat dari BBM? Tidak, android tidak punya….

Jadi kenapa tinggalkan BBM , padahal orang2 rasanya dunia runtuh ketika kontak BBM nya hilang karena gagal upgrade?

Begini jawaban menurut saya:

Dulu ketika saya kecil, waktu terasa lama, hari demi hari berlangsung lambat, libur sekolah 1 bulan, wuih…rasanya tidak habis2. Pulang sekolah masih sempat puas main. Suah mandi sore masih sempat main lagi.

Tetapi sekarang tidak, hari2 berlalu sangat cepat.

BBM pertama kali sangat menyenangkan, tapi lama2 diperhatikan obrolannya mulai tidak terlalu penting.

Kalau berteman dengan tukang jualan, tiap hari di bombardir jualannya:

Barang baru masuk, x, y z bla bla bla

Kalau ketemu customer: pak minta pin BBM nya, nanti sudah dikasih, ngga kenal waktu tanya ini tanya itu, kalau sedang sibuk tidak dijawab, BUZZ berkali kali.

Belum mereka yang begitu sosial dan penyebar segala berita, dari si A saya dapet broadcast message: hati-hati kalau terima ym dari si X, bisa bikin BB hang bla bla bla.

Ngga lama isi yang sama saya dapet dari si B trus si C, trus si D.

Belum ada pesan yang dengan akhiran: sebarkan pesan ini ke 10 teman lagi atau lebih supaya kamu tidak kena bencana. Bla bla bla…

TIba2 saya dapet pesan dari miss X, yang saya tidak kenal, ternyata dia sebenarnya miss S yang baru saja mengganti namanya dengan sederet icon hati, smiley dll.

Then I feel it’s not for me anymore.

Di android tidak ada yang bisa buzz saya di google talk

Tidak ada yang bisa lihat saya sudah baca pesannya atau belum, kalau dimarahin kenapa belum di balas? saya tinggal berkelit belum baca…

Ketika waktu senggang, saya lebih suka google talk secukupnya, tulis email dan baca rss.

Android punya widget rss, yang tidak sepotong sepotong Saya cape kalau harus baca rss di bb, sudah sepotong baca full story harusmasuk web nya dan laaaammmmmbatttt… sampe waktu menunggu lebih lama dari bacanya.

Setiap hari saya bisa baca informasi teknologi terbaru cukup dari rss yang sudah ada potongan gambarnya.

Kalau dapet link youtube saya langsung bisa menikmati tanpa jeda, bahkan bisa

lihat youtube related nya. Rasanya senang nonton youtube, karena di pc juga pakai speedy youtube terengah engah.

Dan semenjak paki BB youtube menjadi barang asing untuk saya.

Kalau dapet link url, saya tidak ragu2 membukanya, karena dalam sekejap nongol di depan, full site, tanpa dikurang2i.

Kalau di BB bisa full site, misal pakai opera, bolt, tapi ketika di baca, geser kiri geser kanannya PITA (pain in the ass…upss sorry) belum lag nunggu fullsitenya muncul.

Di android ketika saya besarkan dengan geser jari, huruf2 langsung menyusun rapi ke bawah, dan tinggal geser pakai jari ke bawah.

Belum kalau sitenya mengandung Flash…

Buka website sekarang menjadi kesenangan saya, bahkan kalau harus download saya download dengan gembira, tinggal klik kaya di pc.

Karena android dibuat oleh Google, saya mulai lihat visinya ke depan sebagai gadget segala informasi. Sedikit sedikit ada icon share, kalau web bagus atau isi rss menarik, saya tinggal klik share, mau di share kemana? gmail, email lainnya, FB, twitter, delicious? dll

Dan upload foto 3 mega ke FB is a snap, sebentar beres, kalau di BB hmmmm…

bbm aja sekarang kirim gambar musti accept, udah accept masih expired pula.

I love market. Android market berjibun dan bertambah terus apps tiap hari, dari yang simpel sampai aneh. ngga ada keraguan untuk mencoba,

karena downloadnya sudah free , cepat pula, dan kalau ngga suka buangnya juga gampang. Bejibun softaware dari yang amazing sampe yang ngga guna ada disana.

Saya ngga pusing soal theme, soal background. Semuanya ada di luar sana.

Sekarang sedang musim hujan, kalau saya membayangkan di negeri 4

musim sedang salju. Ah iseng saya mau background saya hamparan salju dengan pohon2 cemara.

Maka saya hanya buka software background dan dia menyajikan bermacam macam foto bagus online sudah dipilih dan sudah sesuai format ukurannya,

tinggal di pilih dan use it as background. Nanti malem mau ganti lagi, silahkan, tidak perlu bawa gambar2 dalam memory mu.

Sesudah pilih tema yang cocok, background yang cocok, ya tinggal susun icon2 dan widget2 yang sesuai, semuanya personal dan tidak membosankan.

Kalau ganti theme di BB, seringkali jadi lost mana software yang kita mau pakai, karena iconnya sudah berubah, susunannya harus sesuai kemauan pembuat tema.

di android youre the boss, youre the architect.

Pekerjaan saya mengharuskan saya kerja sampai malam, ketika pulang saya kadang ingin melepas penat , nongkrong ngopi di warung, dan lihat mood,

ah saya pengen denger lagu2 dulu, maka saya stel saja radio 24 jam online seluruh dunia yang menyajikan lagu yang cocok, sambil saya baca komik di android.

Dulu saya pernah pakai iPhone karena saya pikir wah baca komik asik di iphone

tinggal besarin gambarnya snappy. Tapi ternyata hanya pembesaran dan tidak merapikan resolusi, jadi percuma gambar komik jadi buram. Dan masukin ke dalam iPhone nya juga PITA, dikit2 sync itunes.

Di Android gambar dibesarkan kemudian resolusi ditampilkan sesuai ukuran gambar, jadi enak bisa dibaca dan jelas, tinggal geser kiri geser kanan baca frame per frame komik.

Saya teringat, jika anda2 adalah makhluk malam, yang tidur sangat larut, apa yang harus dilakukan ketika teman2 chat sudah tertidur?

Dengan android saya masih asik download lagu, baca informasi terbaru,

nonton youtube, nyoba2 software, sampai mata tak kuat lagi.

Dan saya tidak pusing sekarang dengan backup kontak saya, semua ada di google.

Sekarang saya mau coba android baru atau mau ganti rom, saya langsung

kerjakan, karena sekejap kemudian data saya balik lagi.

Tapi 3000 kontak di jave saya tidak berhasil di upload ke google walau sudah pake google sync dan menggunakan 3 provider ditinggal semalaman, entah jalurnya muter2 atau memang jave saya sudah uzur

Kemudian ketika saya bilang, this is the last day saya pakai layanan BB, karena bis saya sudah jatuh tempo.

Saya cinta BB, tapi seperti pepatah tidak ada hamba yang bisa mengabdi kepada 2 tuan

Saya bukan orang yang sanggup bawa 7 hape seperti mr B:-) atau bawa 3 BB yang aktif semua seperti Mr Joh :-p , cdma esia yang kecil saja saya berikan ke pegawai.

Saya hanya ingin bawa 1 device, yang bisa memenuhi mostly kebutuhan saya, jiwa saya. Akhirnya saya memilih melengserkan BB yang sudah dari jaman bayarnya

700rb dan scroll samping saya sudah miliki.Tunggu sampe BB evolusi atau beli license WebOS…

Buat yang mau coba android, saya hanya bisa bilang, miliki dulu, coba kenali, coba “bicara” seperti micah.

Pakai cara keras untuk menguasai ketikannya, tinggalkan seminggu BB di laci :-)

karena memang ngetik di BB itu mudah dan nyaman.

Jangan under estimate dengan diri anda bahwa anda ngga akan bisa ngetik cepat di touchscreen, your mind is your weakness. Ingat dulu jaman nokia seri 3 yang

tombolnya kaya pencetan telepon jadul, melingkar? Dulu saya bisa menguasainya, berarti sekarang lebih mudah

Ingat saja, mendaki ke puncak gunung butuh usaha, tapi ketika anda sampai di puncak dan lihat matahari terbit, semua lelah terbayar, matahari terbit di puncak gunung jauh lebih indah daripada dibalik monas

have fun.

Salam,

Lucky Sebastian

 

Sumber : http://pandu32.com/2012/03/kisah-why-i-left-bb-and-move-on-to-android/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s